Breaking News
Loading...
Senin, 23 Juni 2014

Trip to DIENG "Dieng Plateu"

Well, men kali ini gw mau nyeritain soal jalan jalan gw ke Dieng Plateu atau lebih dikenal Dieng..
Dieng menurut wikipedia nih, Adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah 

barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.


Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas 


permukaan laut. Suhu berkisar 15—20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0°C di pagi hari dan 


memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara danDieng ("Dieng Wetan"), Kecamatan Kejajar, Kabupaten 

Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah.

Nama Dieng berasal dari bahasa Sansekerta yaitu "di" yang berarti tempat, dan "hyang" yang berarti dewa pencipta. Secara keseluruhan Dieng dapat diartikan sebagai tempat 

bersemayamnya para dewa. Sementara para penduduk sekitar sering mengartikan bahwa Dieng berasal dari kata "edi" yang berarti cantik dalam bahasa Jawa, dan "aeng" yang berarti 


aneh. Dengan kata lain Dieng adalah sebuah tempat yang cantik namun memiliki banyak keanehan.


Terletak pada ketinggian 2000 meter dpl, masyarakat Dieng patut bersyukur atas melimpahnya kekayaan yang dianugerahkan kepada tanah mereka yang cantik dan eksotik ini. 


Kompleks Candi Arjuna yang merupakan candi hindu tertua di Pulau Jawa masih berdiri dengan tegaknya di tengah deraan waktu dan cuaca, menjadi bukti warisan kekayaan 


budaya yang luar biasa. Meskipun beberapa bagian candi mulai aus dimakan usia, namun candi pemujaan Dewa Siwa yang dibangun pada tahun 809 M ini tetap kokoh berdiri 


memberikan nuansa kedamaian di tengah keheningan alam pegunungan.


Oke, cukup penjelasan soal dieng..

kali ini gw langsung aja cerita haha, beberapa waktu lalu pas gw ijin kerja, gw dan temen temen sempet mampir dolan kesono men, kalo dari jogja sih sekitar 3 jam perjalanan kalo 

lancar dan ngga nyasar haha, sayangnya kemaren gw nyasar jadi perjalanan yang harusnya cuman 3 jam doang ngaret jadi sekitar 5 jam perjalan plus mampir mampir, ini pake motor 


men.

Sebenernya Dieng terletak kurang lebih 116 km dari Yogyakarta. Untuk bisa sampai ke Dataran Tinggi Dieng, Anda bisa mempergunakan mobil pribadi atau mobil sewaan langsung 

menuju ke Dieng dengan jarak tempuh kurang lebih 3,5 jam. Bagi Anda yang memilih transportasi umum, bus dan travel siap mengantar anda untuk mencapai Wonosobo. Setelah 


itu perjalanan dilanjutkan dengan mikro bus tujuan Dieng selama kurang lebih 1 jam. Pemandangan alam dari hijaunya pegunungan di sepanjang jalan akan menemani anda dan 


menghilangkan rasa was-was akan jalan menanjak yang berkelak-kelok tiada hentinya.

iyap kayak paragraf diatas, kalo lo mau ke dieng jalannya emang kerasa jauh banget dan lama
apalagi kalo lo baru pertama kali maen kesono, tips buat lo lo pade yang mau liburan kesono, sebaiknya jangan pas liburan,, kenapa??? karena pasti lo bakal kena macet parah ampun 

dah,, apalagi kalo tujuan pertama lo puncak sikunir beh ampun dah,, ntar gw bahas satu satu tempat yang gw singgahin kesono.

langsung gw bahas aja kali ya haha

1.. Puncak Sikunir

yap Puncak Sikunir adalah tempat yang paling banyak dikunjungin apalagi sama lo yang demen banget ngejat sunrise, karena disono nawarin Golden sunrise bro,, weeeeuuwwww
GUNUNG SIKUNIR
Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo

Nama Gunung Sikunir mungkin belum sepopuler Gunung Merapi di Yogyakarta atau Gunung Bromo di Tengger. Satu dari sekian banyak gunung yang mengelilingi Dataran Tinggi 


Dieng ini memiliki ketinggian 2350 meter dpl. Ada dua cara untuk mencapai puncak Sikunir yang berjarak 8 km dari Dataran Tinggi Dieng. Pilihan pertama adalah trekking dimana 


kita harus mulai pada jam 30 menit dari camp. Kondisi fisik dan berbagai perlengkapan lain harus benar-benar dipersiapkan bila memilih cara trekking ini. 

Perjalanan dimulai jam setengah 5 pagi. 
Dari Desa Sembungan yang berada di ketinggian 2302 meter dpl, perjalanan dilanjutkan dengan mendaki jalan setapak licin yang diapit jurang dan hutan. Udara terasa sangat 

dingin, bahkan lebih dingin dari winter di Orange County California. Sepanjang pengalaman gw ketika harus melalui musim dingin di akhir tahun 2008 dan awal 2009, suhu udara 


di Orange County tidak pernah lebih dingin dari 4 derajat Celcius. Kecuali suhu di daerah pegunungan seperti Big Bear yang selalu diselimuti salju saat winter tentunya. Saat 


mendaki Sikunir, winter jacket dan sarung tangan terasa belum cukup untuk melindungi tubuh dari dinginnya angin yang menggigit. Ditambah lagi dengan jalan mendaki yang serasa 


tak kunjung sampai. Nafas mulai tersengal dan jantung serasa hendak berhenti berdetak.

Ketika sudah hampir putus asa, jalan tiba-tiba melandai. Wah, akhirnya berhasil juga sampai ke puncak. Pemandangan yang terhampar di depan sungguh sangat menakjubkan. 

Lembah yang masih gelap nun jauh di bawah sana nampak berkelap-kelip dengan lampu-lampu yang menyala di desa-desa kecil yang tersebar diantaranya. Gunung Sindoro berdiri 


kokoh di depan mata. Hamparan awan dan kabut di bawah kami memberikan kesan bahwa kami benar-benar berada di negeri di atas awan. Bentangan langit cerah dengan ribuan 


bintang semakin menambah keindahan suasana. Bila cuaca cerah, dari puncak Sikunir ini akan terlihat Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, Merapi dan Ungaran. Seorang teman 


bercanda dan mengatakan bahwa dia merasa seperti seorang dewa, berada di istananya yang tinggi menanti bangunnya sang mentari. Semburat jingga mulai terlihat di ufuk timur, 


menampilkan keindahan siluet Sindoro yang disusul dengan bayangan Gunung Merbabu, Sumbing, Ungaran, dan Merapi yang nampak mungil dengan kepulan asap tipisnya. Penat 


kaki akibat mendaki dan sakitnya dada yang tersengal-sengal langsung sirna...





mau liat fotonya ngga men, sayangnya foto gw gada pas di puncaknya haha.. yang ada cuman foto temen temen gw doang

nih foto diperjalanan camp dan puncak sikunir, sayang ngga dapet sunrise men ;( haha


ini gw didepan entah alfamart mana, ini diambil sekitar jam 12 an lah





kalo ini temen gw kiri endy kanan sigit










ini pas udah nyampe camp bro, pas mau buat tenda






ini temen gw teguh










ini udah didalem tenda bro, beh dingin banget disono anjrit dah







ini nyoba masak air bro buat bikin kopi haha



































dibelakang gw adalah danau cebong, sayang ngga keliatan malem sih haha


















akhirnya idup juga ni api walaupun lumayan lama nunggunya haha




ini temen gw waktu perjalanan ke puncaknya














ini udah nyampe puncak bro, buset dah rame banget gilak








sayang sunrise yang ditunggu ngga dateng















































ada juga nih men waktu kita bongkar tenda, dan kemas kemas mau cabut dari sikunir
cekidot bro haha nih




















ini lagi mau masak mie dan bikin kopi















































































oke men, itu foto foto di sikunir haha narsis banget kan gw dan kawan kawan gw haha
selanjutnya adalah Kawah Sikidang


2.. Kawah Sikidang

KAWAH SIKIDANG
Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara
Kawah Sikidang memberikan nuansa lain pada pariwisata Dieng. Pemandangan alam segar berwarna hijau mendadak lenyap begitu kamu memasuki kompleks kawah ini. Sejauh 

mata memandang, hanya hamparan tanah tandus dikelilingi perbukitan dengan kolam yang terus menerus mengepulkan asap nun jauh di ujung sana. Beberapa meter dari pintu 

masuk terdapat sebuah papan peringatan agar Anda berhati-hati dalam melangkah, serta larangan menyalakan api dan membuang puntung rokok.


Meskipun telah berabad-abad tertidur, namun Dieng memiliki beberapa kawah vulkanik yang masih aktif hingga sekarang. Salah satunya yang paling menarik adalah Kawah Sikidan 

yang konon memiliki hobi meloncat dan berpindah-pindah tempat.


Berjalan di kawah ini memang tidak boleh sembarangan. kami pun harus melompat-lompat dan mencari tanah yang kering untuk menjejakkan kaki. Lubang-lubang bekas kawah 

terdapat dimana-mana. Di beberapa tempat terlihat tanah basah dengan air yang bergolak mendidih. Tanah-tanah ini berbahaya bila dipijak karena sangat rapuh dan mudah longsor. 

Bau belerang terasa sangat menyengat. Semakin jauh berjalan, baunya terasa semakin kuat dan menusuk hidung. Seorang wanita setengah baya berdiri di tengah padang tandus itu 

dengan mengenakan caping dan penutup hidung. Sebuah karung terhampar dengan bongkahan-bongkahan belerang ditata rapi diatasnya. Batu-batu itu dijual kepada para 

pengunjung sebagai souvenir khas Kawah Sikidang. Kawah ini memang masih menjadi surga bagi para penduduk yang menggantungkan hidupnya pada kegiatan menambang batu 

belerang. Meskipun baunya sangat menyengat, namun uap yang mengandung belerang ini dipercaya berkhasiat untuk menghaluskan kulit dan menghilangkan jerawat.
Hampir di ujung kompleks ini, Kawah Sikidang bertahta. Sebuah kolam besar dengan air bercampur lumpur berwarna abu-abu yang terus menggelegak. Ujung kolam tidak terlihat 

karena pekatnya asap putih yang mengepul. Konon air dan lumpur ini memiliki suhu 98 derajat celcius, dan bahkan mungkin lebih. Pagar bambu dibangun mengelilingi kawah demi 

keselamatan para pengunjung. Namun demikian masih saja ada yang melanggar batas aman ini. Dulu ada seorang pengunjung yang nekat mengambil gambar dari bibir kawah 

terperosok kakinya dan jatuh. Ketika diangkat, kulit kakinya sudah meleleh dan tinggal tulang saja. Obyek wisata ini memang unik dan menarik, namun Anda harus selalu waspada 

mengingat kawah ini masih tergolong aktif.
Kawah Sikidang memiliki dapur magma di dalam perut bumi di bawahnya. Dapur magma ini menghasilkan panas dan energi dengan tekanan yang sangat kuat. Apabila tekanan ini 

mencapai puncaknya, maka akan terjadi letusan dan terbentuk sebuah kawah baru. Nama Sikidang diambil dari kata “kidang” yang berarti kijang. Keunikan kawah ini adalah 

kawah utamanya yang selalu berpindah, seolah meloncat mencari tempat baru. Lubang besar tepat di bagian depan kompleks adalah bekas kawah utama sebelum dia merasa "bosan" 

dan meloncat berpindah ke tempat lain. Bila beruntung Anda juga bisa menyaksikan beberapa orang penambang belerang yang sibuk mencari bongkahan-bongkahan belerang untuk 

dijual ke kota. Bila Anda adalah petualang yang ingin merasakan berdiri di atas periuk magma bumi, Kawah Sikidang adalah tempatnya.

lets cek foto kami haha


















































































































oke langsung aja men, last trip at dieng yaitu kami ke candi arjuna,, sayang gw ngga foto foto disini men
udah kecapean, cuman beberapa gambar doang yang gw capture disini, cek it




ini ditaman kompleks candi arjuna, udah maximal banget belom pose gw haha




ini sok galau haha





kalo ini si super narsis temen gw haha





ini sih kalem














ini jugak si narsis bro haha












ini pas pulang bro, gapura selamat datang dieng















sekilas pemandangan pegunungan dieng















oke sekian dulu cerita gw kali ini bro, sorry kalo tulisannya belepotan.
kalo lo ke dieng jangan lupa beli oleh oleh khas dieng bro, yaitu carica,









itu minuman khas dieng beh rasanya seger banget bro. oke chao gw pamit
sampai jumpa di cerita gw yang lain haha ;)




0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 H A R M O N I K A All Right Reserved