Trip to DIENG "Dieng Plateu"
Well, men kali ini gw mau nyeritain soal jalan jalan gw ke Dieng Plateu atau lebih dikenal Dieng..
Dieng menurut wikipedia nih, Adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah
barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas
permukaan laut. Suhu berkisar 15—20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0°C di pagi hari dan
memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.
Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara danDieng ("Dieng Wetan"), Kecamatan Kejajar, Kabupaten
Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah.
Nama Dieng berasal dari bahasa Sansekerta yaitu "di" yang berarti tempat, dan "hyang" yang berarti dewa pencipta. Secara keseluruhan Dieng dapat diartikan sebagai tempat
bersemayamnya para dewa. Sementara para penduduk sekitar sering mengartikan bahwa Dieng berasal dari kata "edi" yang berarti cantik dalam bahasa Jawa, dan "aeng" yang berarti
aneh. Dengan kata lain Dieng adalah sebuah tempat yang cantik namun memiliki banyak keanehan.
Terletak pada ketinggian 2000 meter dpl, masyarakat Dieng patut bersyukur atas melimpahnya kekayaan yang dianugerahkan kepada tanah mereka yang cantik dan eksotik ini.
Kompleks Candi Arjuna yang merupakan candi hindu tertua di Pulau Jawa masih berdiri dengan tegaknya di tengah deraan waktu dan cuaca, menjadi bukti warisan kekayaan
budaya yang luar biasa. Meskipun beberapa bagian candi mulai aus dimakan usia, namun candi pemujaan Dewa Siwa yang dibangun pada tahun 809 M ini tetap kokoh berdiri
memberikan nuansa kedamaian di tengah keheningan alam pegunungan.
Oke, cukup penjelasan soal dieng..
kali ini gw langsung aja cerita haha, beberapa waktu lalu pas gw ijin kerja, gw dan temen temen sempet mampir dolan kesono men, kalo dari jogja sih sekitar 3 jam perjalanan kalo
lancar dan ngga nyasar haha, sayangnya kemaren gw nyasar jadi perjalanan yang harusnya cuman 3 jam doang ngaret jadi sekitar 5 jam perjalan plus mampir mampir, ini pake motor
men.
Sebenernya Dieng terletak kurang lebih 116 km dari Yogyakarta. Untuk bisa sampai ke Dataran Tinggi Dieng, Anda bisa mempergunakan mobil pribadi atau mobil sewaan langsung
menuju ke Dieng dengan jarak tempuh kurang lebih 3,5 jam. Bagi Anda yang memilih transportasi umum, bus dan travel siap mengantar anda untuk mencapai Wonosobo. Setelah
itu perjalanan dilanjutkan dengan mikro bus tujuan Dieng selama kurang lebih 1 jam. Pemandangan alam dari hijaunya pegunungan di sepanjang jalan akan menemani anda dan
menghilangkan rasa was-was akan jalan menanjak yang berkelak-kelok tiada hentinya.
iyap kayak paragraf diatas, kalo lo mau ke dieng jalannya emang kerasa jauh banget dan lama
apalagi kalo lo baru pertama kali maen kesono, tips buat lo lo pade yang mau liburan kesono, sebaiknya jangan pas liburan,, kenapa??? karena pasti lo bakal kena macet parah ampun
dah,, apalagi kalo tujuan pertama lo puncak sikunir beh ampun dah,, ntar gw bahas satu satu tempat yang gw singgahin kesono.
langsung gw bahas aja kali ya haha
1.. Puncak Sikunir
yap Puncak Sikunir adalah tempat yang paling banyak dikunjungin apalagi sama lo yang demen banget ngejat sunrise, karena disono nawarin Golden sunrise bro,, weeeeuuwwww
GUNUNG SIKUNIR
Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo
Nama Gunung Sikunir mungkin belum sepopuler Gunung Merapi di Yogyakarta atau Gunung Bromo di Tengger. Satu dari sekian banyak gunung yang mengelilingi Dataran Tinggi
Dieng ini memiliki ketinggian 2350 meter dpl. Ada dua cara untuk mencapai puncak Sikunir yang berjarak 8 km dari Dataran Tinggi Dieng. Pilihan pertama adalah trekking dimana
kita harus mulai pada jam 30 menit dari camp. Kondisi fisik dan berbagai perlengkapan lain harus benar-benar dipersiapkan bila memilih cara trekking ini.
Perjalanan dimulai jam setengah 5 pagi.
Dari Desa Sembungan yang berada di ketinggian 2302 meter dpl, perjalanan dilanjutkan dengan mendaki jalan setapak licin yang diapit jurang dan hutan. Udara terasa sangat
dingin, bahkan lebih dingin dari winter di Orange County California. Sepanjang pengalaman gw ketika harus melalui musim dingin di akhir tahun 2008 dan awal 2009, suhu udara
di Orange County tidak pernah lebih dingin dari 4 derajat Celcius. Kecuali suhu di daerah pegunungan seperti Big Bear yang selalu diselimuti salju saat winter tentunya. Saat
mendaki Sikunir, winter jacket dan sarung tangan terasa belum cukup untuk melindungi tubuh dari dinginnya angin yang menggigit. Ditambah lagi dengan jalan mendaki yang serasa
tak kunjung sampai. Nafas mulai tersengal dan jantung serasa hendak berhenti berdetak.
Ketika sudah hampir putus asa, jalan tiba-tiba melandai. Wah, akhirnya berhasil juga sampai ke puncak. Pemandangan yang terhampar di depan sungguh sangat menakjubkan.
Lembah yang masih gelap nun jauh di bawah sana nampak berkelap-kelip dengan lampu-lampu yang menyala di desa-desa kecil yang tersebar diantaranya. Gunung Sindoro berdiri
kokoh di depan mata. Hamparan awan dan kabut di bawah kami memberikan kesan bahwa kami benar-benar berada di negeri di atas awan. Bentangan langit cerah dengan ribuan
bintang semakin menambah keindahan suasana. Bila cuaca cerah, dari puncak Sikunir ini akan terlihat Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, Merapi dan Ungaran. Seorang teman
bercanda dan mengatakan bahwa dia merasa seperti seorang dewa, berada di istananya yang tinggi menanti bangunnya sang mentari. Semburat jingga mulai terlihat di ufuk timur,
menampilkan keindahan siluet Sindoro yang disusul dengan bayangan Gunung Merbabu, Sumbing, Ungaran, dan Merapi yang nampak mungil dengan kepulan asap tipisnya. Penat
kaki akibat mendaki dan sakitnya dada yang tersengal-sengal langsung sirna...
mau liat fotonya ngga men, sayangnya foto gw gada pas di puncaknya haha.. yang ada cuman foto temen temen gw doang
nih foto diperjalanan camp dan puncak sikunir, sayang ngga dapet sunrise men ;( haha
Dieng menurut wikipedia nih, Adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah
barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas
permukaan laut. Suhu berkisar 15—20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0°C di pagi hari dan
memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.
Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara danDieng ("Dieng Wetan"), Kecamatan Kejajar, Kabupaten
Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah.
Nama Dieng berasal dari bahasa Sansekerta yaitu "di" yang berarti tempat, dan "hyang" yang berarti dewa pencipta. Secara keseluruhan Dieng dapat diartikan sebagai tempat
bersemayamnya para dewa. Sementara para penduduk sekitar sering mengartikan bahwa Dieng berasal dari kata "edi" yang berarti cantik dalam bahasa Jawa, dan "aeng" yang berarti
aneh. Dengan kata lain Dieng adalah sebuah tempat yang cantik namun memiliki banyak keanehan.
Terletak pada ketinggian 2000 meter dpl, masyarakat Dieng patut bersyukur atas melimpahnya kekayaan yang dianugerahkan kepada tanah mereka yang cantik dan eksotik ini.
Kompleks Candi Arjuna yang merupakan candi hindu tertua di Pulau Jawa masih berdiri dengan tegaknya di tengah deraan waktu dan cuaca, menjadi bukti warisan kekayaan
budaya yang luar biasa. Meskipun beberapa bagian candi mulai aus dimakan usia, namun candi pemujaan Dewa Siwa yang dibangun pada tahun 809 M ini tetap kokoh berdiri
memberikan nuansa kedamaian di tengah keheningan alam pegunungan.
Oke, cukup penjelasan soal dieng..
kali ini gw langsung aja cerita haha, beberapa waktu lalu pas gw ijin kerja, gw dan temen temen sempet mampir dolan kesono men, kalo dari jogja sih sekitar 3 jam perjalanan kalo
lancar dan ngga nyasar haha, sayangnya kemaren gw nyasar jadi perjalanan yang harusnya cuman 3 jam doang ngaret jadi sekitar 5 jam perjalan plus mampir mampir, ini pake motor
men.
Sebenernya Dieng terletak kurang lebih 116 km dari Yogyakarta. Untuk bisa sampai ke Dataran Tinggi Dieng, Anda bisa mempergunakan mobil pribadi atau mobil sewaan langsung
menuju ke Dieng dengan jarak tempuh kurang lebih 3,5 jam. Bagi Anda yang memilih transportasi umum, bus dan travel siap mengantar anda untuk mencapai Wonosobo. Setelah
itu perjalanan dilanjutkan dengan mikro bus tujuan Dieng selama kurang lebih 1 jam. Pemandangan alam dari hijaunya pegunungan di sepanjang jalan akan menemani anda dan
menghilangkan rasa was-was akan jalan menanjak yang berkelak-kelok tiada hentinya.
iyap kayak paragraf diatas, kalo lo mau ke dieng jalannya emang kerasa jauh banget dan lama
apalagi kalo lo baru pertama kali maen kesono, tips buat lo lo pade yang mau liburan kesono, sebaiknya jangan pas liburan,, kenapa??? karena pasti lo bakal kena macet parah ampun
dah,, apalagi kalo tujuan pertama lo puncak sikunir beh ampun dah,, ntar gw bahas satu satu tempat yang gw singgahin kesono.
langsung gw bahas aja kali ya haha
1.. Puncak Sikunir
yap Puncak Sikunir adalah tempat yang paling banyak dikunjungin apalagi sama lo yang demen banget ngejat sunrise, karena disono nawarin Golden sunrise bro,, weeeeuuwwww
GUNUNG SIKUNIR
Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo
Nama Gunung Sikunir mungkin belum sepopuler Gunung Merapi di Yogyakarta atau Gunung Bromo di Tengger. Satu dari sekian banyak gunung yang mengelilingi Dataran Tinggi
Dieng ini memiliki ketinggian 2350 meter dpl. Ada dua cara untuk mencapai puncak Sikunir yang berjarak 8 km dari Dataran Tinggi Dieng. Pilihan pertama adalah trekking dimana
kita harus mulai pada jam 30 menit dari camp. Kondisi fisik dan berbagai perlengkapan lain harus benar-benar dipersiapkan bila memilih cara trekking ini.
Perjalanan dimulai jam setengah 5 pagi.
Dari Desa Sembungan yang berada di ketinggian 2302 meter dpl, perjalanan dilanjutkan dengan mendaki jalan setapak licin yang diapit jurang dan hutan. Udara terasa sangat
dingin, bahkan lebih dingin dari winter di Orange County California. Sepanjang pengalaman gw ketika harus melalui musim dingin di akhir tahun 2008 dan awal 2009, suhu udara
di Orange County tidak pernah lebih dingin dari 4 derajat Celcius. Kecuali suhu di daerah pegunungan seperti Big Bear yang selalu diselimuti salju saat winter tentunya. Saat
mendaki Sikunir, winter jacket dan sarung tangan terasa belum cukup untuk melindungi tubuh dari dinginnya angin yang menggigit. Ditambah lagi dengan jalan mendaki yang serasa
tak kunjung sampai. Nafas mulai tersengal dan jantung serasa hendak berhenti berdetak.
Ketika sudah hampir putus asa, jalan tiba-tiba melandai. Wah, akhirnya berhasil juga sampai ke puncak. Pemandangan yang terhampar di depan sungguh sangat menakjubkan.
Lembah yang masih gelap nun jauh di bawah sana nampak berkelap-kelip dengan lampu-lampu yang menyala di desa-desa kecil yang tersebar diantaranya. Gunung Sindoro berdiri
kokoh di depan mata. Hamparan awan dan kabut di bawah kami memberikan kesan bahwa kami benar-benar berada di negeri di atas awan. Bentangan langit cerah dengan ribuan
bintang semakin menambah keindahan suasana. Bila cuaca cerah, dari puncak Sikunir ini akan terlihat Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, Merapi dan Ungaran. Seorang teman
bercanda dan mengatakan bahwa dia merasa seperti seorang dewa, berada di istananya yang tinggi menanti bangunnya sang mentari. Semburat jingga mulai terlihat di ufuk timur,
menampilkan keindahan siluet Sindoro yang disusul dengan bayangan Gunung Merbabu, Sumbing, Ungaran, dan Merapi yang nampak mungil dengan kepulan asap tipisnya. Penat
kaki akibat mendaki dan sakitnya dada yang tersengal-sengal langsung sirna...
mau liat fotonya ngga men, sayangnya foto gw gada pas di puncaknya haha.. yang ada cuman foto temen temen gw doang
nih foto diperjalanan camp dan puncak sikunir, sayang ngga dapet sunrise men ;( haha
ini gw didepan entah alfamart mana, ini diambil sekitar jam 12 an lah
kalo ini temen gw kiri endy kanan sigit
ini pas udah nyampe camp bro, pas mau buat tenda
ini temen gw teguh
ini udah didalem tenda bro, beh dingin banget disono anjrit dah
ini nyoba masak air bro buat bikin kopi haha
dibelakang gw adalah danau cebong, sayang ngga keliatan malem sih haha
akhirnya idup juga ni api walaupun lumayan lama nunggunya haha
ini temen gw waktu perjalanan ke puncaknya
ini udah nyampe puncak bro, buset dah rame banget gilak
sayang sunrise yang ditunggu ngga dateng
ada juga nih men waktu kita bongkar tenda, dan kemas kemas mau cabut dari sikunir
cekidot bro haha nih
ini lagi mau masak mie dan bikin kopi
oke men, itu foto foto di sikunir haha narsis banget kan gw dan kawan kawan gw haha
selanjutnya adalah Kawah Sikidang
2.. Kawah Sikidang
KAWAH SIKIDANG
Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara
Kawah Sikidang memberikan nuansa lain pada pariwisata Dieng. Pemandangan alam segar berwarna hijau mendadak lenyap begitu kamu memasuki kompleks kawah ini. Sejauh
mata memandang, hanya hamparan tanah tandus dikelilingi perbukitan dengan kolam yang terus menerus mengepulkan asap nun jauh di ujung sana. Beberapa meter dari pintu
masuk terdapat sebuah papan peringatan agar Anda berhati-hati dalam melangkah, serta larangan menyalakan api dan membuang puntung rokok.
Meskipun telah berabad-abad tertidur, namun Dieng memiliki beberapa kawah vulkanik yang masih aktif hingga sekarang. Salah satunya yang paling menarik adalah Kawah Sikidan
yang konon memiliki hobi meloncat dan berpindah-pindah tempat.
Berjalan di kawah ini memang tidak boleh sembarangan. kami pun harus melompat-lompat dan mencari tanah yang kering untuk menjejakkan kaki. Lubang-lubang bekas kawah
terdapat dimana-mana. Di beberapa tempat terlihat tanah basah dengan air yang bergolak mendidih. Tanah-tanah ini berbahaya bila dipijak karena sangat rapuh dan mudah longsor.
Bau belerang terasa sangat menyengat. Semakin jauh berjalan, baunya terasa semakin kuat dan menusuk hidung. Seorang wanita setengah baya berdiri di tengah padang tandus itu
dengan mengenakan caping dan penutup hidung. Sebuah karung terhampar dengan bongkahan-bongkahan belerang ditata rapi diatasnya. Batu-batu itu dijual kepada para
pengunjung sebagai souvenir khas Kawah Sikidang. Kawah ini memang masih menjadi surga bagi para penduduk yang menggantungkan hidupnya pada kegiatan menambang batu
belerang. Meskipun baunya sangat menyengat, namun uap yang mengandung belerang ini dipercaya berkhasiat untuk menghaluskan kulit dan menghilangkan jerawat.
Hampir di ujung kompleks ini, Kawah Sikidang bertahta. Sebuah kolam besar dengan air bercampur lumpur berwarna abu-abu yang terus menggelegak. Ujung kolam tidak terlihat
karena pekatnya asap putih yang mengepul. Konon air dan lumpur ini memiliki suhu 98 derajat celcius, dan bahkan mungkin lebih. Pagar bambu dibangun mengelilingi kawah demi
keselamatan para pengunjung. Namun demikian masih saja ada yang melanggar batas aman ini. Dulu ada seorang pengunjung yang nekat mengambil gambar dari bibir kawah
terperosok kakinya dan jatuh. Ketika diangkat, kulit kakinya sudah meleleh dan tinggal tulang saja. Obyek wisata ini memang unik dan menarik, namun Anda harus selalu waspada
mengingat kawah ini masih tergolong aktif.
Kawah Sikidang memiliki dapur magma di dalam perut bumi di bawahnya. Dapur magma ini menghasilkan panas dan energi dengan tekanan yang sangat kuat. Apabila tekanan ini
mencapai puncaknya, maka akan terjadi letusan dan terbentuk sebuah kawah baru. Nama Sikidang diambil dari kata “kidang” yang berarti kijang. Keunikan kawah ini adalah
kawah utamanya yang selalu berpindah, seolah meloncat mencari tempat baru. Lubang besar tepat di bagian depan kompleks adalah bekas kawah utama sebelum dia merasa "bosan"
dan meloncat berpindah ke tempat lain. Bila beruntung Anda juga bisa menyaksikan beberapa orang penambang belerang yang sibuk mencari bongkahan-bongkahan belerang untuk
dijual ke kota. Bila Anda adalah petualang yang ingin merasakan berdiri di atas periuk magma bumi, Kawah Sikidang adalah tempatnya.
lets cek foto kami haha
oke langsung aja men, last trip at dieng yaitu kami ke candi arjuna,, sayang gw ngga foto foto disini men
udah kecapean, cuman beberapa gambar doang yang gw capture disini, cek it
ini ditaman kompleks candi arjuna, udah maximal banget belom pose gw haha
ini sok galau haha
kalo ini si super narsis temen gw haha
ini sih kalem
ini jugak si narsis bro haha
ini pas pulang bro, gapura selamat datang dieng
sekilas pemandangan pegunungan dieng
oke sekian dulu cerita gw kali ini bro, sorry kalo tulisannya belepotan.
kalo lo ke dieng jangan lupa beli oleh oleh khas dieng bro, yaitu carica,
itu minuman khas dieng beh rasanya seger banget bro. oke chao gw pamit
sampai jumpa di cerita gw yang lain haha ;)







































































































































































































.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar