Breaking News
Loading...
Minggu, 02 Desember 2012

Review Matchday 12 EPL: Konsistensi, Kejutan, Rollercoaster, dan Luis Suarez.


Review Matchday 12 EPL: Konsistensi, Kejutan, Rollercoaster, dan Luis Suarez.

November 20, 2012 oleh Muhajir Esyaputra 
Dilihat sebanyak 3155 Kali
Manchester United dan Chelsea kalah. Yes. We know that much. Jadi, hal penting apa saja yang terjadi di matchday ke 12 Liga Premier kemarin?
  • Konsistensi Manchester City
Manchester City mungkin bukan tim yang paling enak dilihat permainannya di EPL musim ini. Namun, fakta menunjukkan bahwa mereka adalah satu-satunya tim yang tidak terkalahkan hingga 12 pertandingan. Hadiahnya? Sebuah posisi di puncak klasemen. Kemenangan telak 5-0 atas Aston Villa kemarin –meski harus dibantu keputusan penalty meragukan dari wasit- menjadi salah satu pertanda tim ini masih punya kemampuan seperti musim lalu. Dan berpeluang cukup besar juga untuk mengulangi hasil akhir di musim lalu.
  • What’s Wrong, United?
Ada yang salah di Manchester United. 90 menit di Carrow Road menunjukkan hal tersebut. Dan mata pun langsung tertuju pada duet Michael Carrick dan Ryan Giggs di lini tengah. Keputusan Sir Alex Ferguson menurunkan duet ini di saat ada Anderson dan Tom Cleverley di bench (or even Paul Scholes) menumpulkan lini tengah United. Hasilnya adalah tidak adanya asupan bola yang cukup bagus untuk duet Robin van Persie dan Javier Hernandez di depan. Norwich yang tidak terlalu istimewa pun berhasil mendapatkan kejutan terbesar mereka di musim ini: mencuri tiga poin dari United.
  • Rollercoaster Chelsea kini semakin menukik turun
Beberapa waktu silam, kita dibuat terkagum kagum dengan penampilan hebat sebuah tim dari London bernama Chelsea. Trio Eden Hazard, Oscar, dan Juan Mata seolah tidak bisa dihentikan. Bahkan Fernando Torres sekalipun terlihat tajam. Namun, kini semuanya seolah menghilang begitu saja. Setelah kekalahan perdana dari Manchester United, The Blues kehilangan sentuhan mereka dan terus gagal meraih kemenangan. Terakhir, mereka takluk dari West Brom (yang memang sedang melayang tinggi). Roberto Di Matteo tahu ada masalah di timnya. Dan beban di pundaknyalah untuk menyelesaikan ini semua sebelum berangkat ke Piala Dunia Antar Klub. Atau timnya akan jauh lebih tertinggal.
  • Kisah Cinta Liverpool dan Luis Suarez
Yes. Liverpool masih berada di posisi ke 11. Yes. Butuh keajaiban spektakuler untuk kembali meletakkan tim ini ke jajaran calon juara EPL. Tapi yang paling menarik dilihat dari The Reds musim ini adalah ketergantungan hebat mereka pada Suarez. Pemain ini memang punya kemampuan yang luar biasa. Ia mampu sendirian membawa timnya tampil bagus. Meski tentu saja, tidak akan ada yang bisa melupakan kemampuannya menciptakan kontroversi. Kini, fans Liverpool di manapun memujanya. Dan tim-tim raksasa penuh uang pun mulai mengincarnya. Hmm. Remember Torres? Yeah.
  • North London is Red!
Arsenal kembali lagi menunjukkan potensi macam apa yang sebenarnya dimiliki tim ini saat meremukkan rival abadi mereka, Tottenham Hotspur, di Emirates Stadium. Jantung fans The Gunners sempat nyaris copot saat Emmanuel Adebayor (Who else?) menciptakan gol pembuka untuk Spurs. Dan jantung mereka terpasang kembali saat Adebayor (Who else?) mendapatkan kartu merah. Segalanya pun kembali normal, dan tim tamu sama sekali tidak bisa menghentikan aliran kencang serangan tuan rumah. Bahkan gol cantik Gareth Bale (Who else?) sekalipun tidak mampu menyelamatkan anak-anak asuhan AVB ini dari déjà vu hasil musim lalu. Sejauh ini, London Utara masih merah.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 H A R M O N I K A All Right Reserved